Minggu, 11 Januari 2015

I've Got Something 4

Oke kembali, selamat malam.

Ah iya bener itu aku judulin I've Got Something 4 karena, YA! Ini seri keempat dari I've Got Something. Lanjut oi! Because I really really have something for you~

Seperti yang telah saya janjikan di dua postingan sebelumnya bahwa saya akan, yah klarifikasikan apa-apa yang telah terjadi selama 4 tahun ini (Iya salah ternyata 4 tahun, postingan terakhir ternyata 2011, berarti aku kelas 2 SMA... Kenapa aku gak ngerasa posting waktu itu ya?). Cerita tentang hal-hal yang belum terceritakan di blog ini, sekaligus klarifikasi hal-hal yang telah dijanjikan di dua postingan sebelumnya.

Baik

Let's drag ourselves to 2011. 2011... kelas 11, kelas 2 SMA. Oke, sebelumnya aku menceritakan beberapa hal tentang kelas saya di kelas X-6. Untuk kelas ini.... Sebenernya banyak sih cuman... ya kali suruh ceritain sekarang udah 4 tahun. Ya walaupun gak lupa2 banget tapi kenapa juga lah. Tapi ada beberapa hal yang bisa diceritakan sih.

Di awal kelas 11, Alhamdulillah penerjunanku di dunia KTI waktu kelas X lumayan terbayar. Walaupun gak lolos LKIR, gak lolos NYIA, bahkan gak lolos hari KTI se-Kota Semarang pas Hari Air Sedunia, haha maaf wil (ngek). Tapi Alhamdulillah dari tim guru KIR smaga saya dapet kesempatan untuk ikut salah satu acaranya LIPI nasional. Yes PIRN X Jombang 2011. Woooh, Alhamdulillah itu kesempatan langsung aku ambil walaupun juga bertanya-tanya kok bisa ya~ Ya pas itu ditawari sih terus juga aku yang ditunjuk sama satu temen dari olim.Ya.. ya Why Not, yang mbiyayain juga dari smaga kok. Intinya Alhamdulillah bisa masuk sana.

PIRN, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional ke Sepuluh, diadakan oleh LIPI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang, dilaksanakan di Jombang, tepatnya di SMA... bentar, oh SMA N 3 Jombang selama satu minggu penuh dari tanggal 3-9 Juli 2011 (uih lama bener yak, gak kerasa e...). Diikuti oleh siswa SMP-SMA se Indonesia. Dan, yah banyak hal leh. Sayang hal ini gak kebahas deket-deket hari tersebut, jadi banyak yang bisa di utarakan.

Intinya, disana aku di bidang IPT (Ilmu Pengetahuan Teknologi) (... ada ya IPT...), disana diberi materi bimbingan penulisan KTI khususnya di bidang IPT, yang notabene berkecimpung dibidang instrumentasi alias mbikin alat. Disana dibagi kelompok-kelompok, satu kelompok ada.... bentar, oh, ada 9 orang. Dari macem-macem sih, aku representasi Semarang, ada 2 dari Jogja, satu dari Bogor, satu dari Jombang dan di SMA nya sendiri, Jakarta satu, dari Babel juga ada, satu, Klaten satu, iya itu. Dan alat yang kami rancang... yah sayangnya menurut kami cukup sederhana, cuman memberikan satu titik berat. Jadi judulnya Pengaruh Penggunaan Spons Bekas Sebagai Pengganti Ijuk Terhadap Proses Penjernihan Air. Intinya? Kau tahu alat penjernih air yang pake kerikil, pasir, ijuk, itu? nah, Iya, kita mbikin itu. Simple kan? Lah mau gimana, walaupun dikasih waktu seminggu, ya kali cukup. Jadi ya langsung diambil seefisien mungkin gak usah lama-lama. Ambil suatu poin titik berat yang jadi pembeda, yaitu penggunaan spons bekas dibanding ijuk. Dan Alhamdulillah lancar kok, hehe.

Mau link KTI-nya nggak? silahkan

https://www.dropbox.com/s/nsrccv3xsfun3ue/KTI%20KELOMPOK%207.doc?dl=0

Noh dropboxnya

Pada akhirnya ada pengumuman karya terbaik sih, untuk bidang IPT bukan kami. No hard feelings, we gave our best, serius menurutku kami waktu presentasi kayaknya bagus banget, aku sama mas Zulfi udah informatif dan keren banget itu. Terlalu simple dan umum dan pasaran? Haaaahh... we make it our best leh. Yang menang itu mbikin kayak amplifier receiver sinyal wifi pake alumunium foil. Haha, walaupun itu juga menurutku udah pasaran juga, tapi, yaaah mungkin lebih advanced ketimbang water filter. But it's okay, dang!

And here are... umm the galleries of our group


So umm, yeah that is me, with my... glorious blue robe... nyusun KTInya, itu kampret masih pake modem smart lama yang bisa jadi HP. Oh ya FYI tepat sehari sebelum keberangkatan ke Jombang, Handphone resmiku (Nokia 2600c) dimaling pas di bis, hehe. Jadinya, itu modem juga jadi fungsi harfiahnya, HANDPHONE. And Yes I'm fat.



Ini keadaan grup. Ini dihari-hari awal setelah pembagian kelompok kalo gak salah. Yang duduk di kursi yang paling depan itu mbak Elyn yang dari Babel, belakangnya aku, terus mbak Lina yang dari Jogja, SMA 6 kalo gak salah. Terus yang dibawah yang baju biru itu yang anak Jombang asli, mas Youngki, yang baju ijo di kanan itu Jundi, anggota termuda di kelompok kami.



Itu mas Youngki dan hasil fabrikasi filter air kami. Bisa dilihat yang kiri itu filter air dengan menggunakan ijuk, yang kiri menggunakan spons bekas. Jadi disini, dalam waktu yang ditentukan, dengan penggunaan ijuk, hasil air yang dihasilkan bisa lebih cepat, namun hasilnya kurang jernih dibandingkan menggunakan spons bekas. It's something ya.

Tentu gak cuma ini petualangan di PIRN, selain dengan kelompok di IPT, juga dengan teman satu kamar dalam kelas. Yas, Kita jadi peserta PIRN kayak di isolasi di SMAGA Jombang, ya juga nginep disana,  dan alhamdulillah saya dapet kamar (sori kelas) yang paling luas yang ada proyektornya (hehe). Dan isinya orang-orang spesial semua. Oh serius. Beberapa dari mereka bahkan aku temui di kehidupan di Jogja ini. Sebut saja mas Umam dari Madura, sekarang kalo gak salah beliau berkecimpung di BEM KM UGM. Ada juga anak Geologi UGM, dulu waktu Prajurit ketemu (apa itu Prajurit? hahaha, nanti ya~).  Dan banyak karakter-karakter lain yang saya kenali di kelas tersebut dan saya bersyukur.

Full teamnya ini sih, M-04, kamar M-04 maksudnya. Yang gak termasuk cuman yang di pojok kiri itu. Masih ada banyak sih sekitar 20 kalo gak salah. Cuman, iya, ini full teamnya.

Mungkin untuk hal-hal yang terjadi di kelas 2 SMA mungkin ini. Eh nggak ding. Seperti, masih inget Ligasha? Nah untuk kelas yang sekarang, teamnya bahkan lebih bagus. Namun karena timnya lebih bagus, saya harus rela nge-bench lebih lama. Wooh, gak masalah. Malah, aku bangga leh, kalo ada lebih bagus dan lebih membuka probabilitas menang lebih besar, ya lebih mending menang saya, ngahaha, simple. Dari sekian pertandingan, saya cuma turun 3 match doang. Dua match di babak grup...

Dan 1 match di FINAL. Tuh kan, bilangin! Yes, kita masuk final, dan saya turun dari awal. Hal ini benar-benar unexpected bahkan saya sendiri merasa agak bangga-bangga nyesel turun di final. Bangganya, ya karena bisa turun di final full time, dan di match tersebut dengan bangga saya meraih kartu kuning pertama saya. Iya leh, saya bangga. Itu collision keren banget, haha.

Nyeselnya ya... saya yakin tim saya memiliki kesempatan menang lebih besar kalo first teamnya yang maju. Jadi ceritanya pemain yang saya gantikan itu malemnya masuk angin dan sampe hari-H. Kampret kan, cuman gara-gara minum es sama kena angin doang jadi mampus gagal maju final. Terus, ya... tim kita runner-up. Tapi, gak apa, dih runner-up bro, tahun lalu lolos doang. Dapet duit sama piala leh, kurang apa coba. Congrats Essence Smaga!


Btw itu pas final, kita yang jersey ijo kuning

Selanjutnya, emm, ya, kedua kalinya menginjak tanah Jawa Timur setelah Jombang, dan pertama kalinya menginjakkan kaki diluar tanah Jawa, tepatnya tanah Bali. Hai!

Leh, jane ki akeh sing iso dicritakke pas aku menyang Bali, but it's already 4 years ago, walaupun saya yaaa masih ingat ini itu karena hal tersebut sayang untuk dilupakan, no eto uzhe raspalis'. Kalian sih gak minta update... (siapa? heh? siapa??). Best pic wae piye? rak best pic seh...


Ee... apa namanya, Garuda Wisnu Kencana? Iya...


Ini.. Tanah Lot... Panas...


Bedugul... haha berasa Silent Hill dingin bro. Sayang cuma mampir buat makan siang, dan ujan, dan berkabut. Dingin leh


Ini di... apa ya... pantai opo sih. Pokoknya disini bisa macem-macem sih yang mau banana boat, kapal2an, terbang... Atau ke pulau penyu yang banyak penyunya. Iya dari yang selebar tutup gelas sampe.... se meja? iya kali, haha. Tanjung benoa sepertinya... Saya sih nonton penyu aja, lebih 'aman' males leh basah2an. Lagipula panas. Iya, Bali itu panas. Ya mungkin kalo kita ke Ubud nggak kali ya...



Ini jadi ceritanya mau liat sunset di Kuta. ya kali njir, udah nyampe terminalnya telat, perjalanan dari terminal ke pantai macet. Ya dapetnya itu tu di belakang, malah tauk ni foto gak jelas seperti gambar diatas.

Berkesan? Oh iya lah. Bali men. Jarang-jarang liat kultur yang berbeda dengan Ungaran (jauuuhh). Lebih tepatnya kalo orang wisata ke Bali itu itungannya wisata alam dan wisata kultur menurut saya. Oh jelas. Disini nggak ada foto pas lagi ke Uluwatu. Itu keren, Subhanallah sangat menurut saya. Kalo gak gara-gara monyet2nya yang banyak maunya. Itu keren (lagi). Cuman yang perlu saya ingatkan bagi anda-anda yang mau wisata ke Bali, terutama bagi anda yang belum pernah keluar Pulau Jawa sama sekali dan berada di daerah-daerah yang tergolong 'aman dan damai', sudah saya katakan, disini kulturnya beda. Jadi bersiaplah melihat hal-hal yang 'unusual', dan biasanya hal-hal tersebut itu yang kecil-kecil, tapi termasuk, yah... 'besar'. Itulah petualangan. Worth for it.

PIRN X, Ligasha, Bali. Itu paling yang major. Di tahun ini juga aku melebarkan sayap internal saya sedikit lebih lebar, jatuh-jatuhnya jadi wakasubsi dari dua subsi yang saya ikuti. Dua-duanya coba. Mungkin di Kempo saya agak expected untuk dapet jabatan tersebut karena... ya rosternya angkatan ku cuman berapa, dan yang aktif juga siapa aja, tampak sekali. Dan untuk subsie ini, CIE, ini sih yang milih prerogatif kakak angkatan sih. Tapi umm... jadi disini ada dua wakasubsi, internal sama eksternal. Entah mungkin alasannya biar ada cowoknya di pengurus tinggi, entah apa... saya yang dapet internal. And I was like "Wha... okay". Mungkin gegara saya lumayan sering berangkat pertemuan, pernah panitia di SLF walaupun cuma logistik, jarang ikut lomba, dan dinilai gabut, but idk whatever. Setidaknya ada progress di kedua subsie tersebut seperti di Kempo jadi ketua minarai angkatan bawah. jadi asisten pei adi buat pelatihan dasar anak-anak baru, walaupun sampai lulus ini tingkat cuman sampai Kyu 4 dasar saya cups dan pemalas, dih.

Serius ada-ada aja waktu mau ujian naik tingkat. Waktu itu bahkan sempet ada yang udah bayar buat ujian, jadi ceritanya itu ujiannya hari minggu, pada hari kamis waktu OR, waktu lompat jauh ini lutut kanan KUMAT dengan hebatnya. Dulu yang paling ngeri kan yang kiri tuh pas lagi latian Embu yang bener-bener sampe 'nyangkut' dan ilang tempurungnya ke kiri. Yang kanan juga, waktu lagi OR juga, baseball-an waktu itu, ceritanya sok-sokan nginjek base pake loncat, eh kok lanjut. Ya udah dislok itu, cuman ini langsung balik lagi tempurungnya, beda sama yang kiri yang harus didorong paksa. Insiden embu dan baseball terjadi di kelas X. Nah ini pas lompat jauh, yang kanan dislok lagi, yang ini malah lebih sakit, entah gegara lebih ngeri stompnya sepertinya. Kenapa ini disebut lebih hebat ketimbang yang sebelumnya. Saya harus pakai crutch untuk sekitar 4 atau 5 hari kedepan. Yakin leh. Yang sebelumnya gak perlu. Yang ini pake dibawa ke tempat urut, pake crutch, dan tentunya pake gagal ikut ujian naik tingkat.

Tolol emang. Itu termasuk hal lucu YANG BEREFEK HINGGA SEKARANG sepertinya. Yes, mungkin karena udah kena dua kali, patella (tempurung lutut) kanan saya jadi gak statis lagi, atau tempat nya udah agak rusak jadi, ya... sering terjadi dislok. Untuk di CIE, lebih lumayan sepertinya. Ikut dua lomba lagi, kalah semua. Dan, bisa dibilang naik jabatan di SLF tahun berikutnya dimana logistik naik pangkat jadi PJ lomba Spelling Bee. It's a progress.

Talk about progress, sepertinya untuk kelas 3 SMA tidak perlu saya ceritakan seperti ini. Hanya beberapa poin seperti transformasi dari HI sampai Teknik Nuklir. Dan apakah Teknik Nuklir itu? Karena, memang... tidak terlalu banyak yang perlu diceritakan untuk masa saya di kelas 3 SMA. It's a very weird, total hard work, isolated, and most bizarre time for my 'coffee-cup' session.

Thanks for you attention. And as always, thanks for reading

Good Evening



Tidak ada komentar:

Posting Komentar